JurnalApakah Kamu Team Player?

Redaksi Pemimpin.IDJuly 28, 202068
Sumber : Jeffrey f Lin – unsplash.com

Apakah kamu sedang bekerja dalam sebuah tim? Kemungkinan besar jawaban kamu adalah “Iya”. Bekerja dalam tim merupakan hal yang kita temukan hampir setiap hari, dan hampir di semua lingkungan di hidup kita. Tetapi, pertanyaan selanjutnya, dan yang sama penting, adalah apakah kamu bekerja dengan baik dalam tim? Dalam kata lain, apakah kamu seorang team player?

Team player adalah istilah yang menggambarkan seorang anggota tim yang mampu bekerja bersama orang lain, menjalankan perannya dengan optimal, dan mengutamakan kepentingan serta kebutuhan tim.

Supaya sebuah tim dapat berperforma yang baik, keseluruhan anggota harus saling berkoordinasi, atau menyelaraskan usaha dan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Benar tidak? 

Contoh perilaku yang dapat mendukung koordinasi efektif adalah mencocokkan sumber daya anggota tim dengan tugas, mengatur laju kegiatan tim, dan mengoordinasikan respons dan urutan kegiatan anggota (Fleishman & Zaccaro, 1992 dalam Driskell et al., 2006). Nah, agar koordinasi bisa dilaksanakan dengan benar, keseluruhan anggota harus merupakan team player

Mengapa semua anggota tim sebaiknya berusaha untuk menjadi team player yang baik? Karena jika ada anggota yang terlihat tidak bersemangat dalam menjalankan perannya, perilakunya dapat “menular” kepada anggota lain. Harvard Business Review mengutip Susan David, penemu Harvard/McLean Institute of Coaching dan penulis Emotional Agility, yang mengatakan bahwa kita dapat “menerima isyarat” dari perilaku orang lain, yang dapat mempengaruhi perilaku kita sendiri. Katanya, kalau kita “tertular” oleh etos kerja anggota lain yang tidak baik, maka efisiensi, komitmen, dan fokus kita sendiri dalam pekerjaan dapat menurun.

Menjadi seorang team player yang dapat mendukung koordinasi tim sangat dibutuhkan, sebab koordinasi yang efektif krusial dalam menentukan performa tim (Janicik & Bartel, 2003 dalam Driskell et al., 2006).

Apa saja yang mencerminkan seorang team player?

Dalam konferensi TEDx di University of Nevada, Patrick Lencioni, seorang penulis dan presiden The Table Group, menyebutkan tiga sifat (virtues) dari seorang team player yang ideal.

Sumber : Randy Fath – unsplash.com

Virtue pertama adalah humility atau kerendahan hati. Seseorang yang egois dan mementingkan diri sendiri sudah jelas bukan team player yang baik. Sebaliknya, seseorang yang rendah hati mampu bersikap peka bahwa mereka bertanggung jawab kepada keseluruhan tim, bukan hanya kepada diri sendiri. Seperti yang dikatakan Tangney (2000, dalam Owens et al., 2011), dengan kerendahan hati, individu dapat melepaskan fokus dari diri, dan memberi perhatian pada serta mengakui kekuatan orang lain.

Selanjutnya, virtue kedua adalah hunger atau kelaparan. Lencioni mengartikan hunger dalam konteks ini sebagai “kelaparan” untuk bekerja dan memiliki etos kerja yang baik. Konsep ini memiliki kemiripan dengan motivasi intrinsik (berasal dari dalam diri), yang terbukti berhubungan dengan keterbukaan pikiran dan kesediaan untuk mengadopsi cara-cara baru dalam berpikir dan bertindak (Deci & Ryan, 2000 dalam Hon, 2012). 

Alfie Kohn menulis dalam New York Times bahwa motivasi intrinsik mampu memprediksi pencapaian yang berkualitas tinggi. Sedangkan, efek performa dari motivasi ekstrinsik — yaitu motivasi untuk mendapatkan penghargaan dari lingkungan eksternal, seperti gaji dari bos — tidak bertahan lama.

Virtue ketiga dan terakhir adalah smart atau kecerdasan. Kecerdasan bukan hanya terkait penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknik, melainkan kecerdasan emosional (emotional intelligence), yaitu bagaimana kita mampu memahami dan mengendalikan emosi diri sendiri. 

World Economic Forum mengutip hasil penelitian yang dilakukan TalentSmart, yang membuktikan bahwa emotional intelligence adalah prediktor terkuat bagi performa kerja, dibandingkan 33 prediktor lainnya. Emotional intelligence memprediksi 58% kesuksesan dalam semua jenis pekerjaan. WEF juga menyebutkan bahwa emotional intelligence dibutuhkan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari karena merupakan fondasi bagi sejumlah keterampilan lain yang penting juga.

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.ID 2019 - 2020