HeadlineJurnalApa Kabar Kehidupan Pasca Kampus Mantan Campus Leader?

https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/12/miguel-henriques-RfiBK6Y_upQ-unsplash-1280x853.jpg

Apa Kabar Kehidupan Pasca Kampus Mantan Campus Leader? : Mempertahankan idealisme di tengah stigma.

Di beberapa kesempatan, terdapat stigma masyarakat yang menganggap bahwa mantan campus leader menjadi sepenuhnya pragmatis ketika berada di dunia pasca kampus. Idealisme campus leader dianggap hanya sebatas ketika memegang jabatan di tataran kemahasiswaan, seusai itu idealisme seolah luntur. Anggapan bahwa campus leader menjadi profit oriented ketika di pasca kampus menjadi opini-opini penguat stigma negatif tersebut. Namun, apakah semua campus leader sesuai dengan asumsi stigma negatif yang bermunculan? Pertanyaan itu yang akhirnya memicu Pemimpin Indonesia untuk mencari tahu kehidupan pasca kampus beberapa mantan campus leaders.

Pemimpin Indonesia mewawancarai 10 mantan campus leaders yang kini sedang menjalani kehidupannya di dunia pasca kampus. Berikut profil mantan campus leader yang kami wawancarai dapat dilihat pada Tabel 1.

Nama Jabatan Kampus Profesi
Abdurrohman Hizbulloh Presiden BEM UNDIP 2018 Pegawai BUMD
Arya Adiansyah Ketua BEM UI 2016 Pegawai Swasta
Elgi Zulfakar Diniy Presiden BEM UMM 2014/2015 Guru
Faizil Putra Djambak Presiden BEM UNAND 2018 Peternak
Haekal Akbar Ketua BEM ITS 2018 Pegiat Sosial
Mahardhika Zein Ketua BEM KM ITB 2016/2017 Pegawai Swasta
Mogi Bian Darmawan Wakil Ketua BEM IPB 2016 Pegawai Swasta
Muhammad Zahid Abdurrahman  Presiden BEM UB 2016 Pegawai BUMN
Retas Aqabah Amjad Menteri Koordinator Eksternal BEM KM UGM 2016/2017 Usahawan
Sujada Abdul Malik Presiden BEM UNSOED 2018 Pegawai Swasta

Tabel 1. Profil Mantan Campus Leaders

Pemimpin Indonesia menggali data melalui in-depth interview dengan para campus leader selaku narasumber. Percakapan dari seluruh narasumber dijadikan kesatuan ulasan dengan bobot tetap 100%, yang selanjutnya ulasan tersebut dianalisis menggunakan aplikasi Nvivo 12 Plus. Setelah ulasan tersebut dianalisis, hasilnya menjadi data yang dapat ditampilkan berupa grafik persentase berdasarkan masing-masing tema bahasan dengan acuan awal dari kesatuan ulasan.

Para campus leader membagikan beberapa hal yang mereka hadapi selama di dunia pasca kampus, serta mereka juga memberikan pesan kepada mahasiswa perihal apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya.

Alasan memilih profesi yang dikerjakan

Gambar 1. Grafik bobot persentase ulasan percakapan wawancara “Alasan memilih profesi yang dikerjakan” diolah menggunakan Nvivo 12 Plus

Profesi yang dikerjakan saat ini memiliki beberapa pertimbangan tersendiri. Berdasarkan ulasan percakapan wawancara dengan 10 campus leaders di Gambar 1, terdapat lima hal yang muncul mengenai tema ‘alasan memilih profesi yang dikerjakan’: Gaji (0,36%); Nasionalisme (0,48%); Pengaruh keluarga (0,98%); Passion (1,57%); dan Membantu masyarakat (2,92%).

Dapat dilihat bahwa keinginan mantan campus leaders untuk membantu masyarakat menjadi alasan yang sering disampaikan karena mereka ingin membawa perubahan yang lebih baik untuk masyarakat. Passion juga menjadi alasan karena dirasa sesuai dengan bidang keilmuan yang selama ini dipelajari semasa kuliah.

Selanjutnya pengaruh keluarga juga menjadi alasan memilih profesi yang dijalani, seperti melanjutkan usaha sampingan orang tua atau merasa memiliki kesamaan passion. Memilih bekerja bukan di perusahaan asing menjadi sebuah keputusan yang disebabkan alasan rasa nasionalisme. Terakhir perihal gaji hanya menjadi sedikit alasan yang tersampaikan.

Perasaan memasuki dunia pasca kampus

Gambar 2. Grafik bobot persentase ulasan percakapan wawancara “Perasaan Memasuki Dunia Pasca Kampus” diolah menggunakan Nvivo 12 Plus

Perasaan memasuki dunia pasca kampus cukup beragam. Berdasarkan ulasan percakapan wawancara dengan 10 mantan campus leaders di Gambar 2, terdapat lima hal yang muncul mengenai tema ‘perasaan memasuki dunia pasca kampus’: Antusias (1,74%); Ragu (0,80%); Senang (0,72%); Banyak pilihan (0,23%); dan Biasa saja (0,09%).

Rasa antusias menghadapi dunia pasca kampus muncul karena ingin merasakan tantangan baru. Selain itu, rasa ragu ternyata juga muncul karena dunia pasca kampus dianggap akan membawa hal-hal yang tidak terduga dan mengenai profesi yang dijalankan, terdapat campus leader yang mengakui sangat berbeda dengan bidang keilmuannya. Selanjutnya, perasaan senang memasuki dunia pasca kampus terasa ketika wisuda, seperti sebuah euforia awal yang dirasakan. 

Kisah menarik saat pasca kampus

Gambar 3. Grafik bobot persentase ulasan percakapan wawancara “Kisah Menarik saat Pasca Kampus” diolah menggunakan Nvivo 12 Plus

Kisah menarik saat pasca kampus menjadi sesuatu yang bisa dipelajari pengalamannya. Berdasarkan ulasan percakapan wawancara dengan 10 mantan campus leader di Gambar 3, terdapat lima hal yang muncul mengenai tema ‘perasaan memasuki dunia pasca kampus’: Bertemu beragam orang (6,71%); Dinamika berkomunikasi (4,46%); Mental (3,12%); Adaptasi (1,42%); dan Prinsip (1,18%).

Kompleksitas yang dijalankan di dunia pasca kampus bagi mantan campus leaders terasa cukup berbeda, dibutuhkan mental yang baik untuk menghadapinya. Bertemu orang-orang dengan beragam profil ternyata memengaruhi komunikasi yang terjadi. Sebagai contoh, salah satu campus leader menceritakan pengalamannya mengoordinir tetangganya untuk melakukan kegiatan kurban saat Idul Adha dirasa jauh lebih sulit dibanding mengoordinir mahasiswa ketika di kampus.

Dengan demikian, adaptasi sangat dibutuhkan untuk memudahkan diri membaur terlebih dahulu dengan masyarakat. Selain itu, prinsip idealisme memang harus tetap kita pegang teguh, hanya saja cara kita mengaplikasikannya di masyarakat harus fleksibel agar masyarakat bersedia bergerak. 

Realita dunia kampus dengan dunia pasca kampus

Gambar 4. Grafik bobot persentase ulasan percakapan wawancara “Realita Dunia Kampus dengan Dunia Pasca Kampus” diolah menggunakan Nvivo 12 Plus

Realita dunia kampus dengan dunia pasca kampus menjadi tema yang turut dibahas. Berdasarkan ulasan percakapan wawancara dengan 10 mantan campus leaders di Gambar 4, terdapat dua hal yang muncul mengenai tema ‘realita dunia kampus dengan dunia pasca kampus’: Berbeda (12,46%) dan Sama (1,27%).

Ulasan pernyataan mantan campus leaders menunjukkan bahwa realita dunia kampus dengan dunia pasca kampus terasa ‘berbeda’ lebih mendominasi dibanding terasa ‘sama’. Perbedaannya cukup terasa, seperti halnya jika di kampus mahasiswa melakukan aktivitas didorong oleh motif hanya sekedar untuk belajar dan membantu orang.

Namun kini, di dunia pasca kampus untuk mencari insentif turut menjadi variabel yang tidak bisa dihindari. Tidak ada yang salah bagi siapapun mereka yang dahulunya merupakan aktivis di kampus, lalu ketika di dunia pasca kampus mencari insentif. Justru aktivis yang menghadapi dunia pasca kampus tidak boleh sepenuhnya terjebak pada altruisme, tapi mereka juga tidak boleh sepenuhnya cenderung di sisi egoisme semata. Harus berimbang.

Selanjutnya, kesamaan antara dunia di kampus dengan pasca kampus dapat dirasakan ketika sedang bekerja dengan rekan kerja. Menghadapi rekan kerja, struktur organisasi, dan budaya kerja, dirasa tidak jauh berbeda bagi mereka yang dahulu pernah menjadi organisatoris.

Perencanaan hidup

Gambar 5. Grafik bobot persentase ulasan percakapan wawancara “Perencanaan Hidup” diolah menggunakan Nvivo 12 Plus

Para mantan campus leader turut menyampaikan perihal perencanaan hidup mereka. Berdasarkan ulasan percakapan wawancara dengan 10 mantan campus leader di Gambar 5, terdapat 7 hal yang muncul mengenai tema ‘perencanaan hidup’: Menekuni karir (2,86%); Lanjut studi (2,30%); Menjadi akademisi (1,42%); Menjadi pejabat publik (1,15%); Membangun lembaga sosial (0,61%); Membangun ikatan alumni (0,41%); dan Membangun usaha (0,38%).

Berdasarkan hal tersebut, niat untuk terus menekuni karir disebabkan karena pekerjaan yang dilakukan dirasa sesuai passion. Keinginan untuk lanjut studi S2 juga menjadi perencanaan hidup yang disampaikan oleh beberapa campus leaders, alasannya karena kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang pekerjaan yang dilakukan dan hasrat untuk menjadi seorang pakar di bidangnya.

Selanjutnya hasrat untuk menjadi akademisi dan pejabat publik juga disampaikan oleh beberapa mantan campus leader dengan alasan, yaitu ingin memberikan manfaat untuk orang banyak. Keinginan untuk membangun lembaga sosial juga disampaikan karena ingin kembali meningkatkan jiwa aktivisnya. Selain itu, rencana untuk membangun jejaring dengan membentuk ikatan alumni juga disampaikan salah satu campus leader agar seluruh alumni dapat terus berkolaborasi. Terakhir, perencanaan hidup untuk membangun usaha bisnis seperti startup juga disampaikan, alasannya karena bidang startup yang akan dijalankan sesuai dengan kebutuhan orang-orang di masa depan.

Pesan untuk mahasiswa

Gambar 6. Grafik bobot persentase ulasan percakapan wawancara “Pesan untuk Mahasiswa” diolah menggunakan Nvivo 12 Plus

Para mantan campus leader turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa dalam menghadapi dunia pasca kampus nantinya. Berdasarkan ulasan percakapan wawancara dengan 10 mantan campus leader di Gambar 6, terdapat 11 hal yang muncul mengenai tema pesan untuk mahasiswa: Pertahankan idealisme (1,79%); Buat perencanaan (1,63%); Masuk perpolitikan dengan bijak (1,54%); Belajar (1,10%); Berani hadapi pasca kampus (1,05%); Cari pengalaman di luar kampus (0,94%); Cari mentor (0,70%); Bangun jejaring (0,67%); Doa orang tua dan kerja keras (0,34%); Bangun leadership (0,32%); dan Keluar dari zona nyaman (0,10%).

Pesan dari mantan campus leaders untuk mahasiswa yang masih di dunia kampus:

Pertama, pertahankan idealisme apapun situasi yang akan dihadapi di pasca kampus.

Kedua, buat perencanaan dengan teliti dari waktu ke waktu.

Ketiga, jika ingin memasuki dunia politik, bangun kebijaksanaan diri untuk selalu berpihak pada kebenaran dan kewajaran.

Keempat, selalu belajar, jadilah pembelajar sepanjang hayat.

Kelima, berani hadapi dunia pasca kampus tentunya dengan mempersiapkannya sebaik mungkin.

Keenam, cari pengalaman di luar kampus seperti magang, ikut penelitian dari dosen, dan sebagainya, hal ini bertujuan untuk menambah pengalaman sebagai bekal menghadapi dunia pasca kampus.

Ketujuh, cari mentor untuk membimbing kita menghadapi dunia pasca kampus karena pengalaman mentor sangat dibutuhkan untuk dijadikan pembelajaran.

Kedelapan, bangun jejaring karena jejaring sangat berguna untuk berkolaborasi dan saling mendukung di dunia pasca kampus.

Kesembilan, minta selalu doa orang tua agar diberi kekuatan dan jadilah pekerja keras.

Kesepuluh, bangun kepemimpinan (leadership) sedari dini.

Kesebelas, berani keluar dari zona nyaman agar selalu tertantang dari waktu ke waktu dan memiliki growth mindset.

 

Mendapatkan pengalaman sebagai campus leader merupakan kesempatan yang tidak semua orang bisa dapatkan seumur hidupnya. Kesempatan tersebut dapat menjadi modal yang baik untuk membangun idealisme sekokoh-kokohnya.

Di lain hal, meskipun terkadang terdapat beberapa stigma masyarakat yang menganggap campus leader  akan menjadi pragmatis ketika berada di dunia pasca kampus, hadapi saja dengan bijak opini-opini yang bermunculan. Idealisme itu terkadang tidak bisa dilihat, karena yang tahu perihal apakah idealisme masih ada atau tidak adalah diri sendiri.

Cara yang dapat dilakukan seorang mantan campus leader sebaiknya terus berkontribusi untuk masyarakat dan menjadi inspirasi. Kita tidak akan pernah tahu kepastian di masa depan seperti apa dan kita tidak akan pernah tahu generasi penerus kita akan menjadi seperti apa.

Segala yang kita harus ketahui hanyalah keputusan kita di masa lalu untuk menjadi campus leader, misalnya, ternyata berdampak terhadap diri kita hari ini. Dan keputusan yang kita ambil hari ini kelak akan berdampak di masa depan, baik itu kecil atau besar. Maka dari itu, bijak-bijaklah menghadapi dinamika kehidupan sembari terus beriman kepada prinsip bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

 

Redaksi Pemimpin.ID