Acara PemimpinHeadlineLeaders Academy Indonesia Ajak Generasi Muda untuk Mengambil Peran Hadapi Era Society 5.0

Avatar Ridwan Ardian WijayaNovember 16, 2021103
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/11/LeadID-press-1280x720.png

JAKARTA, Indonesia – Pemimpin.id menyelenggarakan Studium Generale  LeadID Batch 6 sebagai rangkaian pembukaan bootcamp Leaders Academy Indonesia Batch 6 (5/11). Acara ini menghadirkan Ferdinandus Watu selaku Kepala Desa Detusoko Barat, Kab. Ende, NTT serta Co-Founder dari Komunitas RMC Detusoko dan Alinne Rosida selaku CEO Better&Co. Acara ini juga dihadiri 151 orang termasuk peserta Leaders Academy Indonesia batch 6 yang siap mengikuti pelatihan intensif selama 1,5 bulan mendatang. Kegiatan ini didukung penuh oleh Indika Foundation dan Pondok Inspirasi.

Konsep Society 5.0 merupakan era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Seperti internet yang bukan hanya digunakan untuk berbagi informasi, melainkan untuk menjalani kehidupan. Komponen utama dalam society 5.0 adalah manusia yang mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi yang diharapkan dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi di kemudian hari.

“Saat ini kita sudah memasuki industri 4.0 yang merupakan era connectivity, dimana ada tiga aspek penting yaitu data, artificial intelligence, dan IOT. Society 5.0 ini adalah bagaimana memanfaatkan tiga aspek tersebut ke dalam kehidupan manusia agar lebih mudah,” ungkap Alinne.

Satu hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi society 5.0 adalah ekosistem. Kita butuh infrastruktur untuk menunjang dan menegaskan kebutuhan akan society 5.0, minimal seluruh bagian wilayah Indonesia bisa terhubung dengan internet. Nando memaparkan, bahwa tantangan dalam menghadapi society 5.0 ini adalah mengenai keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia yang ada dalam memanfaatkan teknologi, data, dan sumber informasi. Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi pemudanya yang sangat besar baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas. Pemuda Indonesia harus memiliki banyak inovasi, hal itu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi era society 5.0.

Generasi muda Indonesia, dalam hal ini berperan sebagai masyarakat yang mengaplikasikan roadmap tersebut, mempergunakan teknologi dengan sebaik-baiknya sehingga mampu mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu. Kita harus memahami tentang penggunaan data dan harus terbiasa memberikan data yang valid. Kita juga harus punya data yang reliable, menjadi generasi yang transparan untuk berbicara data yang sebenar-benarnya karena data merupakan salah satu hal yang penting untuk menghadapi era society 5.0. Data ini harus terintegrasi ke beberapa sistem sesuai kebutuhan untuk mempermudah kehidupan masyarakat.

“Teknologi ini hanya alat, kalau alat ini tidak punya tujuan untuk apa digunakannya maka akhirnya akan sia-sia,” ujar Alinne

Nando menegaskan bahwa tantangan menghadapi era society 5.0 selain kekurangan infrastruktur, juga belum adanya kesiapan di instrumen pemimpin level paling bawah (kepala desa). Untuk membangun Indonesia dalam konteks society 5.0 adalah harus membangun dari desa dan kelurahan, karena wajah Indonesia itu ada di kelurahan dan desa.

Sebagai pemimpin muda kita harus tahu bagaimana menggunakan teknologi ini di era society 5.0 untuk meningkatkan peradaban dan kesejahteraan Indonesia, bisa melihat bahwasannya teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang masih jauh dari standar kualitas pendidikan, menurunkan angka kemiskinan serta kejahatan. Terkadang kita sering kali terlena oleh media yang hanya mewakili kemajuan ibu kota saja, sisanya jarang sekali terekspos dan tidak pernah kita ketahui kalau tidak dilihat secara langsung. Kita harus tahu kenyataan di lapangan, jangan hanya terpukau dengan apa yang ada di sosial media, sehingga teknologi dapat digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Dapatkan E-Book Memimpin oleh Pempimpin Indonesia GRATIS!