Inspirasi9 Gaya Kepemimpinan, Mana yang Cocok dengan Kamu?

adminJuly 31, 201950
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2019/07/Gaya-Kepemimpinan.jpg

“Kami bangun ini nggak sebentar, biayanya juga nggak sedikit. Kalian seenaknya merusak. Saya akan tuntut kalian!,” seru Tri Rismaharini, menggebrak barisan panitia pembagian es krim gratis di hari bebas kendaraan Kota Surabaya.

Sikap tegas dan keras Walikota Surabaya pada medio 2014 tersebut, seketika viral baik dalam pemberitaan maupun di jagat sosial media. Risma tak dapat menahan amarah akibat Taman Bungkul yang telah dibangun selama beberapa waktu, porak-poranda menanggung injakan kaki peserta kegiatan bagi-bagi es krim. Tak hanya itu saja, masih banyak sikap-sikap tegas Risma dalam mengelola Surabaya menjadi kota terbaik dan beradab bagi masyarakatnya. Hingga akhirnya sikap pemimpin yang melayani, tegas dan tak kenal kompromi melekat pada diri Tri Rismaharini.

Sosok ibunya Arek Surabaya tersebut hanya sedikit contoh dari pemimpin-pemimpin pemerintahan yang nyentrik dan memiliki segudang prestasi. Sedangkan di luar pemerintahan, banyak pemimpin perusahaan-perusahaan ternama dari berbagai sektor bisnis di negeri ini. Mulai legenda bisnis yang nyentrik dan sederhana Almarhum Bob Sadino, hingga talenta muda yang banyak bersinar menghiasi bisnis digital di negeri ini seperti Ahmad Zaki, Nadiem Makarim maupun M. Alfatih Timur yang menggawangi dobrakan crowdfunding di Indonesia.

Beberapa contoh pemimpin di atas datang dalam berbagai wujud dan takaran kemampuan maupun pengalaman masing-masing. Mereka datang dengan berbagai pola dan gaya kepemimpinan. Baik dengan satu pola atau gaya kepemimpinan maupun kombinasi dari sejumlah gaya yang ada, dengan diperkuat praktik terbaik dalam memanajemen sumber daya manusia.

Jadi, apa pun masalahnya, satu hal yang harus menjadi pertimbangan sebagai pemimpin tim, manajer atau pejabat perusahaan adalah bagaimana prinsip kepemimpinan Anda memengaruhi orang-orang di sekitar. Tujuan Anda adalah untuk membuat pengikut atau karyawan termotivasi, dibimbing dan dilibatkan. Sehingga gaya kepemimpinan berperan besar dalam membangun engagement dengan tim.

Maka, untuk membangun kesuksesan menjalankan tampuk kepemimpinan baik dalam ranah pemerintahan maupun bisnis, menemukan dan menentukan gaya memimpin adalah poin penting. Untuk memberikan referensi seperti apa saja gaya kepemimpinan berdasarkan teori yang ada, mari kita ulas gaya kepemimpinan. Setidaknya ada 9 gaya kepemimpinan yang berbeda satu dengan lainnya, yang diterapkan oleh seorang pemimpin agar setiap anggotanya mau bekerja sesuai arahannya. Berikut sembilan gaya kepemimpinan tersebut.

  1. Kepemimpinan Otokratis

Pada klasifikasi pertama ini adalah kelas pemimpin yang sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan, peraturan, serta prosedur yang pengambilannya dari idenya sendiri. Kepemimpinan dari kriteria di atas, selalu memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri. Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari anggotanya.

Masuk dalam kelas pemimpin otoriter, tidak akan memerhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Contoh mudah dari sikap kepemimpinan otokratis biasanya dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian.

2. Kepemimpinan Birokrasi

Gaya kepemimpinan Birokrasi biasanya penerapannya dalam sebuah instansi atau perusahaan. Penerapannya akan efektif apabila setiap karyawan mengikuti tahapan dari alur prosedur, serta melakukan tanggung jawab rutin setiap hari.

Tetap saja dalam gaya kepemimpinan tersebut tidak ada ruang bagi para anggota untuk melakukan inovasi. Karena semuanya sudah diatur dalam sebuah tatanan prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap lapisan.

3. Kepemimpinan Partisipatif

Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari bawah (anggota). Karena posisi kontrol atas pemecahan sebuah masalah dan pembuatan keputusan, dipegang secara bergantian.

Pemimpin memberikan ruang gerak bagi tim atau bawahannya untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan. Gaya kepemimpinan tersebut membangun suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dengan anggota.

4. Kepemimpinan Delegatif

Kategori kepemimpinan Delegatif juga biasa disebut Laissez-faire. Dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan, dengan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan siapa saja membuat keputusan dalam kelompok. Sehingga, terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah.

Jenis kepemimpinan tersebut akan sangat merugikan, apabila para anggota belum cukup matang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dan motivasi tinggi terhadap pekerjaan. Penerapannya berpotensi menjadi boomerang bagi perusahaan. Terlebih saat perusahaan tersebut memiliki karyawan yang suka bertolak belakang atas pernyataan yang pernah dibuat sebelumnya.

5. Kepemimpinan Transaksional

Kepemimpinan Transaksional cenderung memiliki aksi transaksi antara pemimpin dan bawahan. Dimana pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

Gaya kepemimpinan tersebut dalam satu waktu dapat menjadi motivasi dan penyemangat tim atau bawahannya, atas sebuah pekerjaan. Namun, jika terlalu sering menerapkan gaya kepemimpinan tersebut, saat tidak ada transaksi dari atasan kepada bawahan, pelaksanaan pekerjaan bisa saja tidak bergulir 100% atau sekedarnya saja. 

6. Kepemimpinan Transformasional

Di sini, gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada anggota yang mengikuti. Para pemimpin di kelas tersebut, begitu memerhatikan dan terlibat langsung dalam proses bekerja. Tak jarang para pemimpin transformasional turut membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka.

Pemimpin tersebut cenderung memiliki semangat yang positif untuk para bawahannya. Sehingga semangatnya berpengaruh pada para anggotanya untuk lebih energik. Pemimpin akan sangat mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.

7. Kepemimpinan Melayani (Servant)

Jalinan hubungan antara pemimpin yang melayani dengan para anggota berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya.

8. Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin karismatik memiliki pengaruh kuat atas para pengikut (anggota), karyawan maupun rakyat. Pengaruh kuat tersebut, tentu karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkannya. Jadi para anggota, karyawan, tim maupun rakyat cenderung mengikuti pemimpin karismatik, karena kagum dan secara emosional percaya, serta ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin karismatik.

Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan yang memesona yang ia miliki. Terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang ia inginkan. Sehingga dengan bersama-sama dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.

9. Kepemimpinan Situasional

Nah, tiba di poin kesembilan, yaitu pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan situasional lebih sering menyesuaikan setiap gaya kepemimpinan dengan situasi yang ada. Dengan tahap perkembangan para anggota, yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota melaksanakan setiap tugasnya.

Gaya kepemimpinan situasional mencoba mengombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada. Setidaknya ada 4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin dengan gaya situasional, diantaranya:

  • Telling-Directing (memberitahu, menunjukkan, memimpin, menetapkan),
  • Selling-Coaching (menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk),
  • Participating-Supporting (mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama),
  • Delegating (mendelegasi, pengamatan, mengawasi, penyelesaian).

Pengombinasian tersebut bergantung pada strategi dari gaya si pemimpin tersebut. Karena setiap orang memiliki gaya kepemimpinan masing-masing.

Perlu menjadi catatan bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik maupun terburuk. Semua harus menyesuaikan dengan kondisi perusahaan dan anggota yang akan dihadapi dan dijalani. Semua gaya kepemimpinan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pergunakan gaya memimpin yang paling banyak memberikan manfaat dan paling minim dampak negatifnya saat diterapkan di lingkungan kerja.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Deep Space | Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

info@pemimpin.id

Pemimpin.ID 2019