Inspirasi9 Ciri Pemimpin Berintegritas versi Abraham Samad dan Novel Baswedan

Redaksi Pemimpin.IDNovember 5, 201946
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2019/11/samad-1280x705.jpg

Integritas saat ini menjadi isu yang paling disoroti ketika berbicara kepemimpinan. Beberapa kalangan yang berkecimpung dalam penanganan tindak korupsi sangat menaruh harapan agar siapa pun pemimpin yang mendapat ‘panggung’ harus memandang integritas sebagai nilai yang paling utama.

Mengacu data dari laman resmi KPK, tidak sedikit tokoh pimpinan Indonesia yang terjerat kasus korupsi, baik dari anggota dewan, lembaga atau kementerian, kepala daerah, hingga korporasi.

Abraham Samad, Mantan Ketua KPK periode 2011 – 2015 sempat hadir sebagai pembicara dalam Pelatihan Nasionall ke-21 yang diselenggarakan oleh PemimpinId bersama Forum Indonesia Muda. Dalam kesempatan tersebut, alumni Universitas Hasanuddin ini mengatakan, kemampuan seseorang dalam memimpin tidak dilihat dari segi intelektual maupun kognitif, melainkan dari kualitas spiritualitas dan moral sosok pemimpin.

“Kualitas moralitas spiritual itu yang disebut dengan integritas. Itu yang disebut akhlak,”

Menjadi pemimpin yang memiliki integritas sejatinya tidak bisa terjadi secara instan, perlu pembiasaan bahkan sedari dini. Pun anak sekolah yang menjadi bintang kelas di sekolahnya belum tentu paham apa itu integritas, jika mereka tidak dibiasakan untuk mengenal nilai – nilai di dalamnya sejak dini.

Pria kelahiran 1966 ini punya saran untuk mengenalkan anak tentang integritas, salah satunya dengan membiasakan mereka hidup sederhana sejak dini. Kesederhanaan menjadi salah satu nilai yang terkandung dalam integritas. Nilai itu juga melatih setiap orang untuk tidak menginginkan apa yang bukan menjadi haknya.

Novel Baswedan, kedua dari kanan, menjadi salah satu pembicara dalam Public Seminar yang diadakan oleh PemimpinId bersama FIM di Cibubur, Rabu 23/10.

Mengingat pentingnya integritas untuk dimiliki oleh seorang pemimpin, seberapa jauh integritas tersebut dikenal dan dipahami oleh masyarakat kita? Mengapa kemudian integritas menjadi sangat penting?

Nilai integritas memiliki kaitan yang sangat erat dengan perilaku koruptif. Itulah mengapa, integritas selalu menjadi bagian terpenting, yang selalu ditekankan oleh tokoh – tokoh yang terlibat secara langsung dalam menangani tindak pidana korupsi.

Tak hanya Abraham Samad, di kesempatan yang sama, Penyidik KPK Novel Baswedan juga menganggap pentingnya sebuah integritas untuk dimiliki oleh setiap individu.

“Kalau kita melihat dari semua hal, apapun permasalahannya, yang utama adalah integritas. Ketika orang punya integritas dan kejujuran yang dia pegang teguh, dia tetap konsisten dengan jalan kebaikan, apapun permasalahannya, akan selalu ada jalan untuk mengatasi masalah itu.”

Kendati begitu, korupsi sejatinya tidak hanya berbicara tentang uang atau harta benda, tetapi juga menyangkut semua aspek kehidupan, seperti misalnya waktu atau kedisiplinan.

Abraham Samad berbagi tentang nilai-nilai integritas dalam kepemimpinan dalam Public Seminar, Rabu, 23/10 di Cibubur.

Tokoh – tokoh yang sudah berpengalaman dalam menindak pelaku korupsi ini membeberkan berbagai macam nilai yang menunjukkan sejauh mana orang tersebut memiliki integritas. Poin-poin berikut bisa menjadi acuan bagi kita untuk berefleksi atau melihat lagi pengalaman kepemimpinan kita selama ini.

Kejujuran
Orang yang jujur, menurut Abraham Samad akan melakukan pekerjaan dengan benar dan tidak manipulatif dalam memimpin dirinya sendiri. Senada, Novel Baswedan juga mengatakan, ketika orang memiliki integritas dan kejujuran yang dipegang teguh, dia akan tetap konsisten pada jalan kebaikan dan berusaha mendahulukan apa yang menjadi cita-cita bersama.

Keadilan
Sosok pemimpin yang memiliki integritas akan berusaha untuk bersikap adil dan tidak diskriminatif terhadap orang – orang yang dipimpinnya.

Kepedulian
Sebagaimana integritas dimaknai sebagai salah satu kemampuan spiritualitas moral, nilai ini menurut Abraham Samad juga mengajak pemimpin untuk memiliki sensitifitas kemanusiaan dan juga rasa empati. Novel pun berpandangan demikian. Seorang pemimpin menurutnya perlu untuk membangun akhlak dan karakter yang kuat. Hal itu yang akan membuatnya peduli terhadap orang lain.

Disiplin
Integritas seseorang juga tampak ketika mereka bisa taat pada pada aturan yang sudah disepakati bersama. Pasalnya, pemimpin bukan sosok yang bebas dari aturan. Justru, sosok pemimpin dituntut untuk bisa menjadi role model di mana pun dia berada.

Tanggung Jawab
Sosok pemimpin yang memiliki integritas akan bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang dipercayakan kepadanya.

Kemandirian
Integritas juga menyangkut sejauh mana seseorang berani untuk mengambil keputusan tanpa intervensi dari pihak manapun dan tanpa diarahkan.

Keberanian
Berani mencegah orang untuk melakukan niat jahat adalah sesuatu yang juga harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Novel Baswedan berujar, ketika kita melihat orang jahat, tetapi kita tidak berani melawan, secara tidak langsung kita ikut berkontribusi dalam merealisasikan kejahatan. Orang yang jujur tetapi tidak memiliki keberanian, orang itu kemungkinan tidak akan bisa jujur. Sudah semestinya orang yang jujur dalam segala hal, apapun masalah yang terjadi, dia tetap berani untuk tetap jujur. Untuk melakukan itu, seorang pemimpin perlu keberanian dan pembiasaan.

Kerja Keras
Pemimpin yang punya integritas, tidak akan mengambil jalan pintas untuk mencapai tujuan. Tidak ada sesuatu yang bisa didapat dengan mudah. Menurut Abraham Samad, ketika seorang pemimpin punya pikiran yang instan tanpa kerja keras, pemimpin tersebut punya potensi untuk menjadi koruptor.

Kesederhanaan
Nilai ini menjadi sesuatu yang sangat mutlak untuk dimiliki oleh seorang pemimpin. Jika tidak sederhana, seorang pemimpin punya potensi bersikap serakah dan berujung pada tindakan korupsi. “Kenapa bupati korupsi, padahal gajinya besar? Itu karena dia tidak sederhana, dan ingin hidup mewah,” ujar Abraham Samad. Belajar hidup sederhana bisa membantu seorang pemimpin jauh dari tindakan koruptif.

Pada intinya, integritas adalah kesamaan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku terhadap nilai-nilai tersebut yang dilakukan dengan penuh komitmen dan konsistensi. Semua nilai tersebut sebenarnya bisa dibiasakan, bahkan dalam hidup sehari-hari.

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.

Deep Space | Jl. Melawai X No.9 Melawai, Kec. Kby. Baru, DKI Jakarta 12160

info@pemimpin.id

Pemimpin.ID 2019