GagasanIngin Memulai Awal Kepengurusan? Ini Dia 7 Tips Sukses Membangun Organisasi Kampus!

Avatar Pemimpin.idDecember 2, 2021963
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/12/7-tips-sukses-1-1280x853.png

Oleh Fatah Akbar (Website Content Writer Volunteer)

ABSTRAK | Organisasi yang baru terbentuk, akan mendapat banyak rintangan yang tak sedikit. Mulai dari konflik internal, anggota yang mengundurkan diri, berbagai proyek tertunda, dan sebagainya.

Lika-liku perjalanan kamu membangun organisasi tentu memerlukan keterlibatan semua pihak karena organisasi merupakan sekumpulan orang, bukan satu orang saja. Tentunya pendekatan seorang pemimpin dengan beberapa individu pasti berbeda.

Sebagai pemimpin, kamu punya tanggung jawab besar dalam mempertahankan keutuhan organisasi di kampus, sehingga kamu perlu “memutar otak” demi menemukan cara supaya terbentuk tim yang solid. Cara tersebut seperti menentukan organisasi apa yang kamu bentuk, visi misi sebagai arah tujuan, kebersamaan dalam tim, tanggung jawab yang diberikan, dan sebagainya.

Mau Mendirikan Organisasi Di Kampus? Tapi Bagaimana?

Organisasi yang Baik – Apakah kamu memiliki keinginan untuk mendirikan suatu organisasi di kampus? Atau sedang berada dalam fase regenerasi tim? Memimpin dan membangun organisasi memang tidaklah mudah. Butuh penyesuaian yang tepat supaya ada keterlibatan dari seluruh pihak internal.

Terkadang begitu organisasi sudah terbentuk, ada saja permasalahan yang menjadi drama. Penyebabnya karena ketidakselarasan antar anggota, dalam hal berpendapat memang tidak semuanya menyatakan sama atau setuju, ada beberapa orang yang masih berat sebelah lantaran sulit menerima apa yang kurang sesuai dengan harapannya.

Sebagai pemimpin, kamu mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan menyatukan perbedaan anggota dalam organisasi. Terutama saat masa pergantian anggota, tentu kamu harus mencari kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang kosong.

Berbagai rencana perlu kamu persiapkan untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang tak diinginkan. Supaya kamu lebih siap, berikut ini tujuh tips membangun organisasi di kampus. Yuk pahami poin di bawah!

1. Tentukan Organisasi Seperti Apa yang Ingin Kamu Bangun

Tidak semua organisasi selalu sama, kamu harus memiliki satu perbedaan yang menjadi kebaruan untuk mengembangkan bidang organisasimu. Jika kamu hanya mengikuti organisasi lainnya, maka orang-orang tidak akan tertarik mengikuti atau bergabung.

Misalnya di kampus sudah ada organisasi yang bergerak pada bidang pendidikan, maka kamu bisa membuat untuk bidang seni atau kesehatan. Organisasi itu layaknya perusahaan startup, harus menjadi solusi dari permasalahan yang ada.

2. Buatlah Visi dan Misi yang Jelas

Setelah kamu berhasil menentukan organisasi apa yang diinginkan, selanjutnya buatlah visi dan misi sebagai tujuan yang mau kamu capai. Penting untuk diketahui, jangan sampai kamu membuat organisasi namun tak mempunyai arah yang jelas.

Melalui visi dan misi, kamu dapat membuat program kerja sesuai jalur organisasimu. Jadinya kamu tetap pandangan yang luas dan paham kemana organisasi ini akan kamu bawa.

3. Kuatkan Nilai Kebersamaan Antaranggota

Pertama kali organisasi terbentuk, pasti selalu ada pendatang baru dari hasil rekrutan. Tentunya antaranggota belum saling mengenal, agar semakin akrab, buatlah suasana kebersamaan guna memperkuat relasi dan kerja sama tim.

Dengan Nilai-nilai kebersamaan dari setiap individu, mereka akan lebih betah dan nyaman dalam organisasi. Bisa memahami satu sama lain merupakan hal yang terus dipertahankan agar terhindar dari sifat egois.

4. Bagikan Tanggung Jawab Secara Merata

Saat program kerja sudah dimulai, pasti setiap anggota dari berbagai divisi mempunyai tugas masing-masing. Kamu wajib memastikan jangan ada anggota yang mendapat tugas secara berat sebelah.

Jika hal tersebut tetap dipertahankan, justru ada saja anggota yang komplain karena pembagian tugas tidak merata. Nanti secara perlahan ada yang merasa tidak adil dan memutuskan untuk keluar. Sebisa mungkin hindari hal seperti itu guna membawa citra baik suatu organisasi.

5. Terapkan Budaya Kerja Sama dan Kolaborasi

Organisasi menjadi besar dan kuat lantaran sumber daya manusia yang telah terlatih. kerja sama yang solid dan kolaborasi demi menghasilkan ide-ide baru, menjadi penting untuk mengasah kemampuan anggota dalam beradaptasi terhadap perubahan yang cepat.

Misalnya divisi program berkolaborasi dengan tim kreatif, untuk membuat acara yang menarik, perlu inovasi baru melalui rapat secara terjadwal. Membuat acara besar yang menakjubkan memang memerlukan kerja sama seluruh pihak dan kolaborasi dari divisi lain.

6. Orientasikan Kultur Pada Keragaman dan Rasa Saling Percaya

Dalam organisasi terdapat anggota dengan latar belakang yang berbeda. Demi menghindari hal-hal yang terkait dengan SARA, jelaskan pada mereka bahwa kita semua harus saling menghormati terutama perbedaan pendapat.

Pandangan dan pendapat boleh berbeda, namun dari semua perbedaan itu dapat dijadikan satu untuk menggapai tujuan bersama. Saling mempercayai kemampuan diri sendiri dan rekan satu organisasi patut diterapkan agar menumbuhkan sikap optimis.

7. Rekrut Anggota Sesuai Nilai Organisasi

Penting sekali untuk dilakukan khususnya ketika berada di fase regenerasi guna mendapatkan anggota baru. Sebab ada saja anggota yang bertahan di awal masa kepengurusan, namun ternyata memilih mengundurkan diri karena berbagai alasan.

Selama proses merekrut, gunakan empat tahapan untuk menilai apakah kandidat ini pantas atau tidak. Keempat tahapan itu yakni:

  • Pendaftaran melalui formulir baik itu online maupun offline
  • Seleksi berkas
  • Interview
  • Setelah diterima, cobalah lakukan masa uji coba dalam satu dua bulan kepengurusan.

Jika terdapat kandidat yang bertahan dan mampu, maka kamu berhak memutuskan tandanya ia layak untuk bergabung dalam organisasi itu. Mengapa demikian? Periode organisasi itu adalah jangka panjang dengan lika-liku rintangan yang harus dihadapi, apabila di pertengahan jalan sudah banyak mengundurkan diri, bagaimana suatu organisasi bisa bertahan?

Itulah tujuh tips yang bisa kamu gunakan dalam membangun organisasi yang baik. Banyak rintangan yang mesti kamu lewati selama proses membangun organisasi dengan sekumpulan orang di dalamnya. Yang terpenting adalah komitmen kamu untuk mengembangkan berbagai progres bersama tim.

Referensi:

Martins, Julia. (2021). 6 Tips to Build a Strong Organization Culture, According to Asana Leaders. Asana.com

https://asana.com/resources/types-organizational-culture