GagasanHeadline5 Tips untuk Ningkatin Kemampuan Berpikir Kritis Kamu!

Redaksi Pemimpin.IDMarch 4, 2021174
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2021/03/pexels-pixabay-356043-1280x782.jpg

Oleh: Muhammad Tegar Aditya, Digital Marketing Specialist di Luarsekolah

 

Setiap hari, kita dihadapkan dengan berbagai keputusan yang terbentang di hadapan mata. Ada yang sepele dan tidak penting, tetapi ada juga yang berdampak besar bagi hidup kita. Misalnya kelak di masa depan, siapa pemimpin yang harus saya pilih? Haruskah saya percaya terhadap suatu berita yang baru saja terjadi? Atau akankah pesan dari orang tidak dikenal ini dapat membuat saya menjadi jutawan?

Kita dibombardir dengan banyak pilihan yang mustahil dapat selalu diputuskan dengan sempurna. Akan tetapi, terdapat banyak cara untuk meningkatkan peluang kita untuk mengambil keputusan terbaik. Salah satu teknik yang efektif ialah berpikir kritis. Menurut Ennis (2011) berpikir kritis mencakup proses memikirkan cara untuk bertanya, yang membuat kita berhati-hati dalam menelaah sebuah situasi, mengungkap masalah yang tersembunyi, seperti adanya bias dan manipulasi, serta membuat kita mengambil keputusan yang terbaik.

Dibandingkan memilih jawaban karena merasa hal tersebut benar, orang yang berpikir kritis menggantungkan semua kemungkinan pilihan pada pengamatan dan keraguan. Dengan memakai alat untuk memilah, orang yang berpikir kritis hanya memanfaatkan informasi paling relevan, berguna, dan dapat dipercaya. Terdapat banyak cara yang berbeda dalam menggunakan metode berpikir kritis, tetapi inilah lima tips yang bisa membantumu menyelesaikan suatu masalah:

  1. Merumuskan pertanyaan pada suatu masalah

Source: Photo by Tim Mossholder on Unsplash

Fungsinya adalah untuk mengetahui apa yang ingin kamu cari. Misalnya, jika kamu berpikir untuk “apakah saya ingin percaya terhadap berita tersebut?”, kamu harus mempertanyakan apakah hal tersebut memang benar adanya. Alasanmu mempercayainya mungkin disamarkan oleh faktor lain, seperti klaim bahwa berita tersebut benar terjadi hanya karena salah satu portal berita kesukaanmu yang membuatnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gabielkov, Ramachandran, Chaintreau, and Legout (2016), 6 dari 10 orang yang melihat berita di sosial media akan membagikannya ke orang lain tanpa membacanya terlebih dahulu, apalagi mencari kebenaran dari informasi tersebut. Akan tetapi, jika kamu mempelajari situasinya dengan berpikir jernih pada apa yang sebenarnya terjadi, kamu akan mudah menyaring informasi ini secara kritis, menemukan yang kamu cari, dan memutuskan apakah informasi tersebut sungguh sesuai dengan kenyataan yang ada.

 

  1. Kumpulkan informasi dari banyak sumber yang dapat dipercaya

Source: Photo by Charles Deluvio on Unsplash

Terdapat banyak informasi bertebaran di luar sana. Jadi, mengetahui dengan jelas apa yang kamu tanyakan akan membantumu menentukan informasi mana yang paling relevan, dilakukan berdasarkan data, dan dapat dipercaya. Carilah banyak sumber seperti artikel, jurnal, buku, atau bahkan seorang ahli dalam bidang tersebut. Mengumpulkan banyak informasi membantumu menilai pilihan yang berbeda, mendekatkanmu pada keputusan yang sesuai dengan tujuanmu.

  1. Telaah informasi yang tersedia

Source: Photo by Agence Olloweb on Unsplash

Ini saatnya untuk menelaah berbagai informasi yang sudah kamu kumpulkan. Saat harus memutuskan untuk mengambil informasi dari sumber tersebut, tanyakan pada dirimu sendiri, “Apa konsep dasarnya?”, “Darimana data tersebut berasal?”, “Apa asumsi yang tersedia?”, “Apakah interpretasi saya tentang informasi itu terdengar logis?”. Misalnya, dalam suatu SMS yang menjanjikan kamu uang jutaan, pertimbangkanlah, “Apa saya berasumsi si pengirim berkata jujur?”, “Dari bukti yang ada, logiskah untuk berasumsi bahwa saya akan mendapatkan uang?”.

  1. Pertimbangkan implikasinya

Source: Photo by Patrick Hendry on Unsplash

Bayangkan momen pemilihan umum, dan kamu akan memilih calon pemimpin berdasarkan janji mereka, yakni harga BBM akan jauh lebih murah! Sekilas, kelihatannya hebat bukan? Tetapi bagaimana dampaknya pada lingkungan dalam jangka panjang? Menurut commonsense yang didukung oleh penelitian dari Skovgaard and van Asselt (2019), jika penggunaan bahan bakar fosil tidak ditekan oleh harga, hal tersebut dapat menyebabkan lonjakan polusi udara dalam jumlah besar, yang tentunya akan berdampak buruk pada lingkungan.

  1. Pelajari sudut pandang lain

Source: Photo by Unseen Histories on Unsplash

Tanyakanlah pada diri sendiri kenapa banyak orang tertarik dengan kebijakan calon pemimpin yang lain. Bahkan jika kamu tidak menyetujui semua perkataan kandidat tersebut, mempelajari gambaran sudut pandang secara utuh bisa menjelaskan kenapa kebijakan kandidat lain yang tidak valid bagimu tampak menarik bagi orang lain. Ini memungkinkanmu menelaah beragam alternatif, mengevaluasi pilihanmu sendiri, dan akhirnya membantumu membuat keputusan berdasar lebih banyak informasi.

 

5 tips tersebut hanyalah dari sekian banyaknya tips yang dapat digunakan dan tentu tidak akan menghilangkan keputusan sulit dari hidup kita. Akan tetapi, tips-tips tersebut bisa membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang ada. Berpikir kritis dapat memberi kita alat untuk menyaring banyaknya informasi dan menemukan apa yang kita cari. Jika banyak orang menggunakan metode ini, dunia ini bisa menjadi tempat yang lebih layak untuk ditinggali. Kamu pun dapat belajar lebih dalam mengenai kemampuan berpikir kritis di . Luarsekolah merupakan platform marketplace edukasi vokasi dan pengembangan diri berbasis online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja untuk mendampingi generasi muda Indonesia #sampaijadibisa. Materi yang tersedia mudah dipahami, serta dijelaskan oleh para tutor berpengalaman di bidangnya masing-masing. Kamu bisa cek kelas tentang berpikir kritis di Luarsekolah dengan mengeklik tautan berikut: bit.ly/Luarsekolah-CriticalThinking

 

 

References

Ennis, R. (2011). Critical thinking.

Gabielkov, M., Ramachandran, A., Chaintreau, A., & Legout, A. (2016). Social clicks: What and who gets read on Twitter? Paper presented at the Proceedings of the 2016 ACM SIGMETRICS international conference on measurement and modeling of computer science.

Skovgaard, J., & van Asselt, H. J. W. I. R. C. C. (2019). The politics of fossil fuel subsidies and their reform: Implications for climate change mitigation. 10(4), e581.

Photo by: Pixabay

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.