Artikel10 Perbedaan antara Pemimpin dan Bos

Redaksi Pemimpin.IDDecember 16, 2020127
https://pemimpin.id/wp-content/uploads/2020/05/pemimpin-indonesia-leader-position-memimpin-efektif-1280x853.jpg

Dalam dunia kerja, peran seorang atasan sangatlah dibutuhkan. Bukan hanya sebagai orang yang dihormati, tapi juga pilar kekuatan bagi yang lain. Sebutannya bisa beragam, terkadang disebut, Pimpinan, Supervisor, Bos dan sejenisnya.

Tidak hanya sebutan, namun tiap atasan juga memiliki gaya kepemimpinan berbeda-beda. Itulah mengapa di dunia kerja ada dua tipe atasan yakni pemimpin (leader) dan bos. Pemimpin dan bos merupakan dua kosakata berbeda. Ternyata, kedua hal tersebut memiliki makna dan arti yang berbeda dalam penerimaannya dan juga punya cara sendiri dalam memperlakukan mitra kerjanya.

Sebagai calon atasan, penting untuk anda mengetahui apa saja perbedaan antara seorang Bos dengan seorang Pemimpin. Untuk mengetahuinya simak perbedaan Pemimpin dan Bos berikut ini.

1. Definisi

definisi perbedaan bos pemimpin

  • Bos

Bos berasal dari kata “boss” yang berasal dari bahasa Inggris. Sebutan Bos ini biasanya mengandung makna yang negatif, dan juga biasanya identik dengan prilaku yang kurang baik dimata bawahannya.

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata BOS berarti orang yang berkuasa mengawasi dan memberi perintah kepada bawahannya atau karyawannya dalam suatu perusahaan.

Bisa kita rangkum, Bos ini adalah seorang atasan yang berkuasa penuh dan sering bertindak hanya untuk kepuasan sang bos sendiri.

  • Pemimpin

Sementara itu, pemimpin memiliki definisi yang berbeda dengan bos, biasanya pemimpin lebih mendapat respons yang lebih positif. Konsep Pemimpin berasal dari kata asing (leader) dan kepemimpinan (leadership).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pemimpin adalah orang yang memimpin. Kepemimpinan menurut Wikipedia adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Bisa kita simpulkan bahwa Pemimpin berarti orang yang memimpin beberapa orang untuk menjadi tujuan bersama dengan cara membimbing dan mendukung mitranya untuk mencapai tujuan akhir yang diperlukan.

 

2. Sudut pandang Terhadap rekan

pandangan bos pemimpin

  • Bos Selalu Berkata Untuk ‘Saya’.

Seorang bos umumnya memiliki egoisme yang cukup kuat. Bos justru senang berkata ‘aku’ atau ‘saya’ ketimbang ‘kita’. Ia menilai segala macam pencapaian semata-mata karena usaha dirinya sendiri dan juga memberi tugas hanya untuk kepentingan sendiri yang terkadang bisa dilakukannya sendiri.

  • Pemimpin Selalu Berjuang Untuk ‘Kita’.

Tak jarang atasan kita memberi sebuah tugas atau tanggung jawab. Seorang pemimpin tidak pernah mengatakan ‘aku’ atau ‘saya’, Ia akan lebih senang menyebut ‘kami/kita’. Karena baginya, kesuksesan itu milik bersama karena dia yang selalu mengerjakan dari titik nol bersama-sama dan menghasilkan sebuah hasil bersama-sama.

 

3. Karakter Dalam Memimpin

Karakter bos pemimpin

  • Bos membangkitkan Rasa Takut.

Adanya perbedaan jabatan bisanaya menimbulkan kesenjangan antara atasan dan bawahan, terkadang membuat atasan dan bawahan tidak saling mengenal secara pribadi.

Kesenjangan yang tercipta dapat membuat seorang Bos menciptakan rasa takut terhadap rekan kerja atau bawahan. Hal tersebut biasanya menjadi senjata seorang Bos untuk bisa lebih dihargai dan dipandang sebagai seorang Bos.

  • Pemimpin Saling Menghargai.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang saling tahu dan mengerti posisi serta saling menghargai agar tercipta suasana kerja yang kondusif. Sikap saling menghormati dari seorang pemimpin adalah dengan menjaga kata-kata. Seorang pemimpin yang perkataannya didengar banyak orang harus ‎bisa mengontrol perkataanya.

 

4. Cara Berkomunikasi

komunikasi bos pemimpin

  • Bos Memerintah

Sifat seorang Bos dalam gaya komunikasi lebih cenderung memerintah. Seorang Bos biasanya terlihat seperti melakukan komunikasi sepihak saja.

Rekan kerja seorang Bos tidak diharapkan menjadi peserta aktif dalam diskusi, karena seorang Bos tidak menekankan perlunya berbicara dua arah. Mereka para rekan kerja dan bawahan akan takut untuk mengajukan pertanyaan klarifikasi, sehingga dapat menghambat untuk menyelesaikan tugas dengan efektif.

Komunikasi yang bersifat hanya sepihak dan terkesan tidak perduli pada proses akan menimbulkan masalah dalam rekan kerja atau bawahan karena tidak ada arahan yang jelas dan membangun.

  • Pemimpin Melatih

Sedangkan gaya seorang Pemimpin untuk berkomunikasi akan mengikat peran serta rekan kerjanya. Seorang Pemimpin akan tertarik atas kontribusi rekan kerja atau bawahannya dengan cara berdiskusi dalam setiap kasus, serta sering menyampingkan seberapa besar peran seorang Pemimpin dalam mengambil keputusan agar bisa lebih merangkul timnya.

Untuk menjadi seorang Pemimpin yang baik harus mempunyai kemampuan untuk bisa mendengarkan masukan dari rekan kerja atau bawahan dan juga lebih sering berkomunikasi untuk menginspirasi bawahan dan memimpin dengan memberi contoh dan arahan.

5. Tanggung Jawab

Tanggung jawab bos pemimpin

  • Bos Hanya Menyalahkan

Tidak ada yang mau bekerja untuk seseorang yang menyalahkan ketika terjadi kesalahan. Seorang pemimpin akan berbagi kesalahan ketika segala sesuatunya berjalan buruk (karena mereka akan) dan bertanggung jawab atas tindakan tim.

Seorang Bos membuat Anda bertanggung jawab. Bos mendelegasikan tanggung jawab dan karenanya, menempatkan akuntabilitas di pundak orang yang melakukan tugas tertentu. Karena pertanggungjawaban dibagi, bawahan mungkin disalahkan ketika terjadi kesalahan

  • Pemimpin Mengambil Tanggung Jawab (Akuntabilitas)

Seorang pemimpin menumbuhkan kepercayaan diri dan gairah dari dalam diri Anda untuk membangun akuntabilitas diri. Ini adalah proses yang luar biasa untuk ditonton dan mendukung kesuksesan yang berkelanjutan di sekitar. Ini adalah salah satu dari banyak perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen.

Tetapi bagi seorang pemimpin, akuntabilitas penuh ada di pundak seorang pemimpin. Sementara pemimpin akan berbagi tanggung jawab dan pengambilan keputusan dimusyawarahkan dengan bawahan, pemimpin pada akhirnya bertanggung jawab atas segala kegagalan.

Kegagalan merupakan kesempatan bagi seorang pemimpin dan timnya untuk belajar. Dalam hal pemimpin, dia akan fokus memeriksa apakah sesuatu bisa dilakukan dengan lebih baik. Apakah dia memberikan dukungan yang cukup? Apa alasan yang mendasari kegagalan? Ini adalah pertanyaan reflektif diri , yang ingin dianalisis oleh pemimpin.

 

6. Dalam Solusi Pekerjaan

solusi pekerjaan bos pemimpin

  • Seorang Bos Hanya Memberi Jawaban.

Dalam memberi solusi dari tiap maslaah pekerjaan, seorang Bos biasanya hanya memberi jawaban dan menyuruh mitra atau karyawannya mencari sendiri arti dari jawaban tersebut, tanpa mampu memberikan contoh yang pas dan baik melalui dirinya sendiri.

  • Seorang Pemimpin Mampu Mencari Solusi.

Seorang pemimpin tidak akan membiarkan bawahannya bekerja sendirian dalam kesalahan. Sebab mereka paham jika bawahan butuh sosok yang bisa menginspirasi dan mengajak maju bersama.

Tidak hanya memberi jawaban, tetapi selalu membimbing dan memberi solusi dari tiap masalah bersama, sehingga Pemimpin mampu memberikan contoh yang pas dan baik secara langsung.

 

7. Pemikiran Dalam Menghadapi Masalah

Masalah bos pemimpin

  • Bos Mengkritik

Kritik konstruktif juga sangat diperlukan untuk membantu seseorang menjadi lebih meningkat.

Tetapi, jika hal itu dilakukan secara terus-menerus dan diberi tahu apa yang mereka lakukan salah, hal itu tidak hanya membuat seseorang patah semangat, tetapi menyebabkan mereka melepaskan diri.

  • Pemimpin Mendorong

Seorang Pemimpin yang baik, akan selalu memberi semangat dan juga menanamkan motivasi positif akan menjadi dorongan untuk para rekan atau bawahannya untuk selalu bekerja keras.

Mendorong seseorang untuk meningkatkan dan melakukan yang terbaik dapat menyegarkan karyawannya agar dapat bekerja lebih keras dan lebih cerdas.

8. Pengambilan Keputusan

keputusan bos pemimpin

  • Bos Ambil Keputusan Sendiri

Seorang atasan yang jarang melibatkan rekan kerjanya atau minim dalam berkomunikasi atau sekadar berdiskusi dalam menentukan suatuhal, maka atasanmu bisa dikategorikan sebagai bos.

Ke-egoisan dalam mengambil keputusan sendiri pada seorang Bos biasanya didasarkan dari terlalu percaya diri karena mempunyai satu pengalaman. Padahal hanya karena sebelumnya pernah mengambil keputusan dengan hasil memuaskan, belum tentu keputusan yang sama akan berhasil pada suatu kasus atau tugas baru.

  • Pemimpin Berdiskusi

Seorang pemimpin tidak hanya peduli pada masalah pekerjaan saja. Ia ingin lebih dekat dan mengenal bawahannya secara mendalam.

Walaupun sudah mempunyai banyak pengalaman, seorang pemimpin seharusnya selalu “mengkosongkan gelas” dahulu dan berdiskusi, karena setiap kasus bila ditangani bersama pasti akan terdapat ide atau hal baru yang akan muncul.

Selain menambah pengalaman, bagi seorang pemimpin berdiskusi dengan bawahan sangat penting, karena anak buahnya tidak merasa terintimidasi dan semakin loyal pada perusahaan.

9. Penilaian Pekerjaan

penilaian bos pemimpin

  • Bos Berorientasi Pada Hasil

Pikiran seorang bos cenderung fokus pada hasil. Sementara, pemimpin merupakan tipikal orang yang senang membimbing agar kamu memperoleh hasil maksimal.

Simpelnya, seorang BOS lebih tertarik pada hasil, bukan prosesnya. Ia tidak akan peduli dengan segala macam masalahmu.

  • Pemimpin Menginspirasi Kinerja Melalui Proses

seorang pemimpin berfokus pada perubahan orang dan organisasi . Situasi ideal bagi seorang pemimpin adalah mencapai perubahan, transformasi organisasi menjadi A menjadi B.

Untuk pemimpin, tujuannya selalu tentang mencapai visi yang telah ia tetapkan untuk perusahaan tertentu. Visi selalu transformatif dan menciptakan hasil keuangan yang lebih baik tidak pernah berakhir, tetapi sesuatu yang mungkin terjadi dalam proses.

Pemimpin tertarik untuk membantu bawahan tumbuh sebagai karyawan dan sebagai manusia. Alih-alih memberi perhatian pada hasilnya, pemimpin akan lebih tertarik pada proses dan orang-orang di belakangnya.

 

10. Penghargaan dan Hasil

hasil bos pemimpin

  • Bos Mengklaim Prestasi

Seorang Bos sering kali mengklaim karya dan prestasi atas timnya sebagai penghargaan individu. Klaim tersebut menandakan kurang menghargai dan mengaku akan kerja tim.

Mungkin dikarenakan seorang Bos yang memandang dirinya lah yang paling penting dalam tim sehingga membuat jenjang antara atasan dan bawahan dalam mengklaim prestasi.

  • Pemimpin Mengapresiasi

Sedangkan, seorang Pemimpin akan memberi kesempatan untuk mereka yang mau berusaha dan bekerja keras. Dari awal hingga akhir, baik kecil maupun besar, seorang Pemimpin akan menghargainya dengan sebuah penghargaan baik moril ataupun materi.

Tidak hanya hasil akhir yang menjadi patokan, tetapi proses hingga mencapai puncak lah yang akan menjadi track record dari seorang pemimpin terhadap rekan rekannya. Hal tersebut menjadi penilaian yang dapat mengapresiasi seluruh rekan kerja atau bawahan yang terlibat dalam mencapai suatu target.

Itulah beberapa perbedaan antara Bos dengan Pemimpin (Leader). Dimana Setiap Pemimpin dapat menjadi Bos yang baik Untuk Bawahannya, Sedangkan Bos belum tentu dapat menjadi Pemimpin yang baik untuk bawahannya.

Dan mudah-mudahan jika nanti anda, kita dan saya menjadi seorang atasan bisa memiliki jiwa dan karakter seorang Pemimpin yang disenangi dan disegani.

Sumber 1, 2, 3, 4, 5

Redaksi Pemimpin.ID

Pemimpin.id adalah sebuah Gerakan Pemberdayaan Kepemimpinan Indonesia melalui konten dan program kreatif.